•November 28, 2009 • Leave a Comment

Penduduk yang dicakup pada Sensus Penduduk (SP) 2010 mengikuti konsep yang disebut dengan pendekatan de jure dan de facto.

De Jure yaitu setiap orang adalah penduduk dari suatu wilayah di tempat mana ia biasanya tinggal atau dimana ia bertempat tinggal tetap.
Kata biasanya pada pendekatan de jure merujuk pada waktu 6 bulan, yaitu jika seseorang sudah tinggal selama enam bulan atau lebih, atau kurang dari enam bulan tetapi bermaksud menetap, maka ia sudah termasuk sebagai penduduk setempat.

De Facto yaitu setiap orang adalah penduduk dari suatu wilayah di tempat mana ia sedang berada ketika di temui.

Pendekatan de facto digunakan untuk mencakup penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap.

Termasuk Dalam De facto :
Tuna wisma, gelandangan, pengemis, orang gila, anak jalanan yang sudah meninggalkan rumah 6 bulan atau lebih atau kurang dari 6 bulan tetapi bermaksud menetap di wilayah tersebut dan belum tercatat di rumah singgah, dll.

Dalam menentukan berdasarkan konsep pendekatan de jure dan de facto harus tetap memperhatikan konsep penduduk atau status penduduk tersebut kedudukannya dalam rumah tangga.

MISALNYA : Seorang penduduk dengan status sebagai kepala rumah tangga tinggal menetap di kota �A�, tetapi minimal 6 bulan sekali pulang ke rumah tangganya di kota �B�. Dalam kasus ini walaupun ia masuk konsep De Jure tepai karena stausnya sebagai kepala rumah tangga dan minimal kurang dari 6 bulan sekali pulang ke rumah tangganya, maka ia tidak boleh didata di kota �A� tepai harus didata di kota �B�. Sebaliknya bagi yang berstatus anggota rumah tangga.

MISALNYA : Pengemis di kota �A� yang setiap hari pulang ke rumah atau karena statusnya sebagai kepala rumah tangga minimal 6 bulan sekali pulang ke rumah tangganya di kota �B� walaupun masuk kedalm konsep De facto, tidak boleh di catat sebagai penduduk kota �A� tetapi harus di catat di kota �B�. Sebaliknya jika berstatus anggota rumah tangga.
Orang yang menginap di Hotel, losmen dan sejenisnya di Kota �A� kurang dari 6 bulan dan tidak bermaksud tinggal menetap tidak di cacah sebagai penduduk kota �A� tetapi di cacah di kota tempat tinggal rumah tangganya. Apalagi jika orang tersebut ber status sebagai kepala rumah tangga

dikutip dari blog sebelah…’rori’

•November 28, 2009 • Leave a Comment

Teknologi ICR/OCR di SP2010

Indonesiaku
Secara garis besar, Sistem Pengolahan hasil pendataan Sensus Penduduk 2010 (SP2010) mendatang, mencakup dua subsistem yaitu:

  1. Pengolahan Angka Sementara SP2010 berdasarkan rekapitulasi hasil pencacahan setiap BS yang menyangkut jumlah bangunan, jumlah rumah tangga dan jumlah penduduk laki-perempuan seluruh Indonesia. Hasil pengolahan Angka Sementara akan diumumkan pada pidato kenegaraan Presiden tanggal 17 Agustus 2010.
  2. Pengolahan Angka Final hasil Sensus Penduduk 2010 akan dilakukan di pusat pengolahan yang hasilnya akan didiseminasikan kepada pengguna data pada pertengahan tahun 2011.

Volume dokumen kuesioner Sensus Penduduk 2010 (SP2010) diperkirakan akan mencakup sekitar 65 juta rumah tangga atau setara dengan 380 juta lembar.

Dengan banyaknya dokumen tersebut yang harus diolah ke dalam bentuk file database dalam waktu yang relatif singkat, maka perlu digunakan teknologi yang dinilai tepat. Teknologi yang dinilai tepat tersebut adalah Teknologi Intelligent Character Recognition/Optical Mark Reader (ICR/OMR).

Menggunakan teknologi ICR/OCR ini, dokumen kuesioner hasil pendataan SP2010 akan di-scan terlebih dahulu untuk ‘merubah’nya ke dalam bentuk file image yang kemudian dengan teknologi ICR/OMR akan diproses menjadi file database yang dapat diolah untuk keperluan penyajian hasil ataupun analisis lebih lanjut.

Meskipun demikian, sebagai antisipasi apabila terjadi permasalahan di pusat pengolahan data, tetap disiapkan juga Teknologi pengolahan data konvensioal key-in dalam skala yang sangat terbatas.

Jadi, PASTIKAN ANDA DIHITUNG

•November 28, 2009 • Leave a Comment

Momentum Sensus Penduduk 2010
kompas Selasa, 21 April 2009 | 03:46 WIB
Kekisruhan daftar pemilih tetap Pemilu 2009 merupakan salah satu puncak gunung es masalah data kependudukan di Tanah Air.

Secara faktual, ketidaktersediaan data kependudukan yang lengkap dan mutakhir kerap menyulitkan perencanaan dan kegiatan di lapangan, baik pemilu maupun kegiatan pembangunan.

Data sensus dan survei

Selama ini, kegiatan untuk perencanaan pembangunan yang terkait data penduduk dilakukan dengan memanfaatkan data hasil sensus dan survei dari BPS dan lembaga penelitian. Namun, perencanaan pembangunan data itu memiliki kelemahan.

Pertama, terkait ketepatan waktu (timelines). Data untuk perencanaan kegiatan pada waktu tertentu tidak match dengan waktu ketika data itu dikumpulkan sehingga akurasi perencanaan berkurang. Semakin jauh perbedaan waktu antara data yang dikumpulkan dan digunakan, hal itu akan menyebabkan akurasi perencanaan berkurang. Ini disebabkan banyak perubahan terjadi antara waktu data dikumpulkan dan saat digunakan.

Menyadari potensi perubahan itu, untuk perencanaan digunakan penyesuaian (adjustment) berdasarkan asumsi, perkiraan, atau proyeksi. Hal ini umum dilakukan pada data hasil sensus penduduk, mengingat pelaksanaan sensus dilakukan setiap 10 tahun sekali. Maka, untuk memenuhi kebutuhan data penduduk di antara dua sensus penduduk, digunakan data hasil proyeksi penduduk.

Kedua, terkait data individual. Data hasil sensus dan survei tidak dilengkapi nama dan alamat individu sehingga menyulitkan untuk kegiatan teknis operasional di lapangan. Untuk menyiasati kelemahan itu, pemerintah melakukan pendaftaran, antara lain pelaksanaan program keperluan layanan sosial, pembagian BLT, serta bantuan pendidikan dan kesehatan.

Registrasi penduduk

Untuk masa datang, penyiapan data seperti itu harus dihindari sebab akan menyebabkan pemborosan biaya dan waktu. Bahkan, terkesan pemerintah kurang mengantisipasi aneka masalah yang dihadapi masyarakat. Maka, sudah saatnya memikirkan ketersediaan data yang didasarkan pada hasil registrasi penduduk.

Jika dilakukan dengan benar, data registrasi akan memenuhi standar ketepatan waktu. Sebab, data itu terus diperbarui sesuai dengan kejadian yang dialami penduduk, seperti lahir, mati, dan pindah. Data registrasi ini juga bisa memuat nama dan alamat yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Hasil registrasi penduduk banyak digunakan negara maju sebagai data utama untuk perencanaan dan kegiatan program. Sementara hasil sensus dan survei digunakan sebagai data pendukung atau pembanding.

Untuk perencanaan program, misalnya, negara maju banyak menggunakan tabel kehidupan (life table). Tabel ini memuat data seperti penduduk menurut umur, angka umur harapan hidup, angka kematian, penduduk usia sekolah, dan pencari kerja baru. Adapun data pokok untuk mengonstruksi life table adalah kematian penduduk menurut umur yang datanya diperoleh dari registrasi penduduk. Sekadar informasi, konstruksi life table pertama kali dibuat di Inggris pada abad ke-13 berdasarkan data lahir dan meninggal yang tertulis di batu nisan kuburan.

Momentum SP2010

Sayang kita belum bisa membuat life table yang dapat menggambarkan penduduk Indonesia. Sebab, data kematian menurut umur hasil registrasi penduduk hingga kini belum ada.

Memang tidak mudah menyelenggarakan registrasi penduduk, terindikasi dari upaya lama pemerintah. Bahkan, untuk mengintensifkan penyelenggaraan registrasi penduduk, pemerintah membentuk institusi yang berwenang mengurusi soal itu, yaitu Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan, bernaung di bawah Departemen Dalam Negeri.

Salah satu penyebabnya, kurangnya perhatian aparat desa/ kelurahan dan RT/RW untuk mencatat tiap kejadian yang dialami penduduk (lahir, mati, dan pindah). Hal ini diperparah enggannya sebagian masyarakat melaporkan tiap kejadian yang dialami. Ini mungkin disebabkan sikap aparat yang kurang friendly. Dengan bertambahnya daerah pemekaran hingga ke level desa, ini kian menyulitkan penyelenggaraan registrasi penduduk.

Maka, terkait akan dilaksanakannya sensus penduduk tahun 2010 (SP2010), mungkin bisa dijadikan momentum untuk melakukan registrasi penduduk secara lengkap dan benar. Dirjen Minduk bisa memanfaatkan sensus itu sebagai data awal untuk melakukan registrasi penduduk dengan meng-up date data sesuai dengan kejadian lahir, mati, dan pindah yang dialami masyarakat.

Disadari rangkaian kegiatan itu merupakan pekerjaan besar. Agar tidak kehilangan momentum, SP2010 barangkali perlu persiapan sejak dini. Amat diharapkan hal itu bisa berhasil sehingga kekisruhan data kependudukan yang terjadi secara sistemik selama ini bisa teratasi.

•October 9, 2009 • Leave a Comment

Mutiara Kata, Hadist Nabi, Kata-Kata Bijak, Petuah Bijak

Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian

Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.

Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.

Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.

Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.

Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, anda tentu tak akan kecewa.

Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja.

Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita, tetapi tidak selalu mencintai yang kita puja.

Melihatlah ke atas untuk urusan akhiratmu dan melihatlah ke bawah untuk urusan duniamu maka hidup akan tenteram.

Seseorang yang oprimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka, sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan.

Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya. Mohonlah petunjuk-Nya.

Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda.

Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.

Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.

Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.

Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.

Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain.

Jika seseorang tidak mencintai anda janganlah dia anda benci, karena mungkin akan tumbuh benih cinta kembali.

Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah.

Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.

Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri.

Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.

Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri, tetapi dalam aktivitas tunjukkan kemampuan Anda.

Tegas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijaksana sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan.

Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.

Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas.

Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hari kepada manusia dan takut kepada Tuhan.

Contoh yang baik adalah nasehat terbaik (Fuller)

Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti (John Gardne)

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. – Bung Karno

Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. – Mary Mccarthy

Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. – Nabi Muhammad Saw

Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan- kepentingan yang lebih besar. – La Roucefoucauld

Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. – Benjamin Franklin

Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. – Cicero

Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. – Dale Carnegie

Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. – George Downing

Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. – Sydney Harris

Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. – Nabi Muhammad Saw

Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. – William Feather

cariiii jodoh…….

•July 13, 2009 • Leave a Comment

Apa salahku apa salah ibuku
A Bm
Hidupku dirundung pilu
Bm
Tak ada yang mau dan menginginkan aku
A Bm
Tuk jadi pengobat pilu
A Bm
Tuk jadi penawar rindu
G A Em
Tuk jadi kekasih hatiku

[intro] Bm A G A Bm

Bm
Timur ke barat selatan ke utara
A Bm
Tak juga aku berjumpa
Bm
Dari musim duren hingga musim rambutan
A Bm
Tak kunjung aku dapatkan
A Bm
Tak jua aku temukan
G A Em
Oh Tuhan inikah cobaan

Bm
Ibu-ibu bapak-bapak
Siapa yang punya anak
A
Bilang aku aku yang tengah malu
G
Sama teman-temanku
A Bm
Karna cuma diriku yang tak laku-laku

Bm
Pengumuman-pengumuman
Siapa yang mau bantu
A
Tolong aku kasihani aku
G
Tolong carikan diriku kekasih hatiku
A Bm
Siapa yang mau

[interlude] A G A Bm

Bm
Ibu bapak punya anak
A
Bilang-bilang aku aku yang tengah malu
G
Sama teman-temanku
A Bm
Karna cuma diriku yang tak laku-laku

•June 9, 2009 • Leave a Comment

up6air terjun silamuk gilimanik,setren slogohimo,wonogiri

pastikan anda dihitung

•June 9, 2009 • Leave a Comment

Sensus Penduduk Indonesia 2010
Pada tahun 2010 nanti, BPS kembali melaksanakan kegiatan sensus yaitu Sensus Penduduk 2010 (SP 2010). Sensus Penduduk merupakan kegiatan yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan karena data yang didapat berupa data kependudukan yang dapat menggambarkan keadaan penduduk Indonesia hingga wilayah administrasi terkecil.
Sebenarnya kegiatan sensus ini pernah dilaksanakan pada masa sebelum Indonesia merdeka oleh Pemerintah Hindia Belanda yaitu pada tahun 1930. Selanjutnya setelah Indonesia merdeka telah dilakukan 5 kali sensus penduduk, yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. Sedangkan Sensus Penduduk 2010 adalah sensus ke-6 yang akan dilaksanakan pada tahun 2010. Acuan yang digunakan dalam pelaksanaan Sensus Penduduk adalah UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, dan Rekomendasi PBB (United Nations).
Sensus Penduduk merupakan suatu rangkaian kegiatan pengambilan “stok” (stock taking) penduduk pada suatu titik waktu tertentu yang mencakup seluruh atau sebagian wilayah geografis suatu negara sejak tahapan persiapan sampai ke publisitas hasilnya. Titik waktu SP2010 adalah 31 Mei 2010 pukul 24.00. Tanggal ini disebut sebagai hari sensus (census date).
Pendataan Sensus Penduduk dilakukan secara door to door pada seluruh penduduk Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal dalam wilayah geografis Indonesia, baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak bertempat tinggal tetap. Anggota korps diplomatik negara lain beserta keluarganya, meskipun menetap di wilayah geografis Indonesia, tidak dicakup dalam pencacahan sensus penduduk. Cara pencacahan yang dipakai dalam Sensus Penduduk 2010 adalah kombinasi antara de jure dan de facto. Bagi mereka yang bertempat tinggal tetap dipakai cara de jure, yaitu dicacah di tempat mereka tinggal secara resmi, sedangkan penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah dengan cara de facto, yaitu dicacah di tempat dimana mereka ditemukan oleh petugas lapangan sensus.
Manfaat Sensus Penduduk
Data SP2010 mempunyai kegunaan strategis secara internal sebagai: koreksi dan pengendali data kependudukan, basis proyeksi penduduk dekade 2010-an, basis untuk pemutakhiran dan pengembangan KCI survei rumah tangga decade 2010-an, dan basis pembangunan statistik wilayah kecil. Secara eksternal data SP2010 digunakan sebagai: basis pembangunan statistik administrasi kependudukan dan evaluasi pencapaian sasaran pembangunan global.
Instrumen dan Metode Pencacahan
Instrumen utama SP2010 berupa dua jenis kuesioner untuk mendaftar bangunan tempat tinggal dan mencacah penduduk secara lengkap. Kuesioner L untuk melakukan pendaftaran bangunan dan rumahtangga. Sedangkan Kuesioner C untuk mengumpulkan data individu penduduk dan rumahtangga. Pertimbangan yang digunakan sebagai dasar pembuatan kuesioner C adalah rekomendasi PBB (UN Recommendations), relevansi dengan MDGs, pengalaman sensus penduduk sebelumnya, pengalaman sensus yang dilaksanakan negara-negara lain, komponen perubahan penduduk, dan variabel yang sesuai hanya jika dikumpulkan melalui pencacahan lengkap (agama, bahasa, suku, kecacatan, arus migrasi, dsb).
Metode pencacahan Sensus Penduduk 1971, 1980, dan 1990 mencakup pencacahan lengkap dan pencacahan sampel. Sedangkan Sensus Penduduk 2000 hanya dilakukan secara lengkap dengan mengumpulkan 15 variabel demografi, sosial dan kegiatan ekonomi penduduk. Pada Sensus Penduduk 2010 pencacahan dilakukan secara lengkap dengan mengumpulkan variabel yang lebih banyak dibandingkan dengan SP2000 yaitu sebanyak 43 variabel.
Berbeda dengan Sensus Penduduk sebelumnya, untuk mencapai akurasi yang tinggi, pencacahan pada SP 2010 akan dilakukan secara tim. Setiap tim terdiri dari 1 orang Koordinator Tim dan 3 (tiga) orang pencacah, dimana setiap tim akan bertanggung jawab menyelesaikan 4-6 Blok Sensus (BS).
Tahapan Kegiatan
SP2010 merupakan serangkaian kegiatan besar yang terdiri dari berbagai tahapan kegiatan yang dimulai dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012. Sedangkan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2009 adalah Pemetaan Wilayah Tahap II, Gladi Bersih Sensus Penduduk 2010, Pilot PES SP2010, Klasifikasi Desa Urban Rural, Persiapan Pengolahan, Publisitas Persiapan SP2010, Persiapan Hardware, software dan perlengkapan lainya untuk SP2010, kemudian Penyusunan Rencana Teknis. Berikut jadwal kegiatan pokok secara rinci:

Tahun Tahapan Kegiatan Rincian Kegiatan Pokok
2008 Persiapan Awal Perencanaan menyeluruh (network plenning, penyusunan, pengembangan instrument sensus, mekanisme dan organisasi lapangan, rencana pengolahan, dsb), pembuatan peta dasar, ujicoba.
2009 Persiapan lanjutan Pembuatan sketsa BS, pengadaan kelengkapan sensus dan pengolahan data, gladi bersih I (Mei 2009), dan gladi bersih II (Juli 2009).
2010 Pelaksanaan Pelatihan petugas, pencacahan lapangan, pengolahan data, diseminasi angka sementara, verifikasi nama dan alamat penduduk.
2011 Diseminasi Diseminasi dan publikasi angka final, penyerahan daftar nama dan alamat penduduk untuk NIK ke Depdagri.
2012 Pemanfaatan data Analisis, pengembangan FMD/KCI, proyeksi penduduk ke depan, dsb.

Berbeda dengan kegiatan BPS pada umumnya, Sensus Penduduk adalah kegiatan besar yang membutuhkan peran serta banyak pihak termasuk seluruh komponen masyarakat. Hal ini karena data hasil Sensus Penduduk merupakan data pijakan bagi program-program pemerintah yang berkelanjutan. Merupakan tantangan yang besar bagi BPS untuk dapat memberikan advokasi kepada masyarakat agar mendukung semua tahapan kegiatan SP2010 dan memastikan bahwa data SP2010 merupakan sumber data dasar kependudukan yang kredibel. Oleh Karena itu,Pastikan Anda Dihitung!

sumber:www.bps.go.id

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.